Digital Watercolor ≠ Berantakan

Hai~ setelah sekian lama tidak nulis, kali ini gw mulai update dengan bahasan tools watercolor yg ada di clip studio paint (CSP). software ini cukup familiar diantara ilustrator pada umumnya & beberapa waktu lalu CSP mengupgrade tools watercolornya dengan beberapa brush yg memiliki feel & look yang lebih mirip dengan cat air analog.

 

courtesy to clip studio paint

 

Akan tetapi gw belum menemukan tutorial diluar page official yang mengupas atau memaksimalkan tools ini. sayang banget rata – rata tutorial yg gw temuin justru hanya cara untuk mendapatkan looks & tekstur cat air yang terkesan amburadul, serta menghilangkan nyawa cat air yang sesungguhnya.

well, cat air memang aslinya terkesan berantakan & spontan tapi mengonvert sifat tersebut tanpa mengenali sifat analognya kedalam format digital membuat hal tersebut menjadi emotionless & lifeless. You can’t just splash some paper & brush texture and call it watercolor. sifat natural cat air itu dinamis & memiliki jiwa gerak atau movement. beruntunglah saat ini page official mengcover dasar-dasar untuk mengenali fitur ini, karena serealistis apapun simulasinya tapi masih tidak bisa mengalahkan cat air yang sesungguhnya. paling tidak ada beberapa hal yg bisa diulik agar tampilan brushnya bisa lebih mendekati sifat cat air analog. karena baru diulik beberapa bulan saja, mungkin gw hanya bisa memberikan beberapa tips dasar dalam meningkatkan workflow & looks agar artwork kalian bisa lebih realistis. btw, brush yg dipakai selain default dari software juga ada brush yg gw download dari CSP assets, yang akan gw bahas di post selanjutnya.

Brush

Ok, back to topic. Sejatinya, settingan default brushnya sudah cukup bagus, namun masalah dimulai ketika kita ingin warnanya rata diantara wash yang berbeda, karena settingan default menyebabkan beberapa wash saling bertumpuk sehingga warnanya tidak konsisten. solusi untuk itu adalah merubah blending modenya menjadi replace alpha. salah satu kuncinya adalah transparansi, tools ini menggunakan transparansi sebagai indikator munculnya warna, transparan=warna yang dihasilkan lebih pucat sedangkan wash kedua yang tidak transparan=warna yang dihasilkan lebih tua. dengan merubahnya menjadi replace alpha, brush melupakan konsep ini sehingga warnanya menjadi lebih konsisten.

selain blending mode, hal yang bisa diulik adalah settingan dynamicsnya, seperti pen pressure & tilt. dalam CSP kalian bisa memodifikasi curve settingan pen pressure & tiltnya. pen pressure bergantung dari seberapa besar tekanan kalian pada pen, sedangkan tilt adalah seberapa besar kemiringan pada pen.

 

 

Hasil eksperimen disimpulkan bahwa settingan tilt pada brush berpengaruh besar untuk mendekati feel brush cat air analog yang real, karena biasanya pelukis cat air hanya menggunakan 1 kuas untuk banyak variasi ketebalan. Apabila fitur tilt dinyalakan, maka kita bisa memvariasikan tebal tipis garis tergantung dengan kemiringan pen diatas kertas seperti cat air analog.

Workflow

Mulai dengan base yang solid. maksudnya adalah warna dasar harus rapih & pekat, jangan menggunakan brush yang opacitynya rendah karena nanti warna brushnya akan sangat tipis. apabila kalian ingin efek2 transisi cat air, kalian bisa menggunakan brush dense watercolor, gouache atau blend brush. selain itu base color yang solid akan mempermudah proses editing nantinya.

contoh watercolor brush tanpa base color, warna lebih transparan

 

dengan base color shading watercolor jadi lebih menonjol

 

Jangan mengandalkan clipping mask & transparent lock, pisahkan setiap objek gambar kedalam folder yang berbeda. karena cat air itu memanfaatkan transparansi, maka apabila kalian menggunakan dua hal tersebut yang terjadi adalah warna2 shading terlalu tipis & tidak akan keluar. akan lebih baik kalau kalian menambahkan layer baru apabila ingin lapisan warna yang lebih menonjol. untuk menggantikan clipping mask, kalian bisa memasking dari folder yang sudah dibuat sebelumnya.

 

contoh pengaturan layer untuk digital watercolor

 

Sayonara to the black. warna hitam atau abu-abu dalam cat air analog tidak disarankan karena akan membuat warnanya menjadi kusam. apabila membutuhkan tone warna kayu dan warna alam lainnya disarankan untuk mengombinasikan layer warna complementary.

 

 

Gunakan transparent color untuk menghapus. pada dasarnya transparent color ini konsepnya mirip2 dengan colorless copic, perbedaannya adalah di fungsinya. kalau colorless copic berfungsi untuk memblending warna, sedangkan transparent color ini menghapus lapisan warna. apabila gw memakai palet transparent, gw bisa menghapus menggunakan brush watercolor yang gw pakai untuk menggambar, menambahkan efek yang lebih natural.

 

Palet transparent color di CSP

Tapi kalau ingin memberikan efek2 fade atau memberikan detail2 kecil bisa memakai kneaded eraser. seperti yang disebutkan sebelumnya, tools eraser ini juga bisa dimodifikasi settingan dynamicsnya.

 

 

 

Less is more. pada cat air analog, semakin banyak layer warna maka warnanya akan semakin bagus. akan tetapi hal tersebut tidak berlaku di watercolor digital karena setiap jenis layer blend memiliki tujuan masing-masing, seperti multiply,burn untuk shading & overlay, screen & add untuk highlights. karena kita mengejar texture.. maka semakin banyak warna semakin hilang pula texture kuasnya karena valuenya saling tumpang tindih.

 

Sekian pengenalan & tips-tips dasar untuk mengenali fitur realistic watercolor ini, di post berikutnya gw akan membahas brush yang gw pakai. semoga bermanfaat & sampai jumpa~

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *