Fountain Pen Ekonomis? Copic FP Review

Sebelum gw memiliki fountain pen ini, gw membeli fountain G-pen merk Tachikawa dan menyukai karakteristik garisnya. Namun, sayang sekali karena gw orangnya agak males gambar   tintanya mudah kering sehingga penanya selalu mampet. Pada pembelian pen tersebut untuk ketiga kalinya (yes, i broke that pen 3 times), gw bersumpah untuk mencari penggantinya yang anti mampet tapi masih memiliki tinta waterproof. Setelah bertahun – tahun mencari (halah lebay banget) gw akhirnya menemukan penggantinya, yakni Copic Fountain Pen!

 

Pena yang sangat bagus dengan desain yang simple namun hasilnya sangat luar biasa. Pena ini bisa membuat gambar dengan garis tipis yang konsisten yang bagus dengan detail.

Jika nibnya ditekan dengan agak keras akan memberi goresan yang tebal. Tutupnya di desain dengan simple dan sangat kencang sehingga tidak membuat tinta mengering.

Sumber: enportu.com

Sebenarnya sebelum merilis fountain pen seri ini, Copic pernah merilis fountain pen yang bisa diisi ulang (yes ada refillnya). Namun sialnya pena jenis ini discontinued alias tidak diproduksi lagi, sehingga yang gw dapatkan sekarang adalah seri yang tidak bisa diisi ulang.

Eitss, tunggu dulu. Gw tidak percaya begitu saja. Sharpie Stained yang disposable aja bisa diisi ulang dengan sedikit “bantuan” kenapa fountain pen yang ini tidak bisa? dari segi harga, fountain pen ini sangat mahal untuk hanya dipakai sekali saja.

Setelah lama browsing, akhirnya gw tahu caranya! kurang lebih sama seperti cara isi Sharpie Stained tapi lebih gampang karena kita bisa refill pake isi Multiliner SP yang dijual bebas di toko online.

Tapi sebelum gw beberkan cara refillnya, simak dulu hasil ceki – ceki gw pakai tinta bawaannya.

 

Ujung nib Fountain pen yang mirip seperti G-pen

Badan pena dibuat dari plastik, tutupnya kokoh dan kencang sekali. Tertulis di badan pen, tintanya Copic proof alias tidak bakal bleber kalau ditimpa spidol Copic. dengan tulisan itu gw berasumsi kalau tintanya waterproof. GW SALAH SODARA SODARA! LIHAT DONG:

 

Test fountain pen sebelum kena air
BLEBER \(TT A TT)/

Tinta bawaan pena yang gw beli berwarna hitam, tapi sepertinya memiliki warna dasar sepia atau coklat karena saat gw baurkan dengan air, tinta tersebut berubah warna menjadi sepia. Yeah, more like opaque sephia. Berbeda dengan tinta hitam Multiliner SP yang memiliki dasar warna biru atau cold.

Berbeda dengan merk sebelah, ujung penanya lebih elastis dan tidak mudah patah. Walau begitu ujung penanya kalah tajam jadi gak bisa nusuk orang pake pena itu. Range garisnya sendiri dimulai dari 0.15 – 0.7 jika ditekan.

Pena yang (Ternyata) Bisa Diisi Ulang

Kecewa berat dengan tinta bawaannya, gw memutuskan untuk langsung mengganti isinya. Bagaimana caranya ya? gampang kok, yang dibutuhkan adalah refill Multiliner SP dan tang.

Lihat bekas tang diujungnya?

 

Apakah kalian melihat ujung pennya? yes, ujung pennya bisa kalian copot dengan mudah menggunakan tang. Hati – hati untuk tidak menekan tang terlalu keras karena bisa menghancurkan badan penanya. Kemudian, ketuk perlahan sehingga busa tintanya keluar. Kalau sukses, akan terlihat seperti gambar di sebelah kanan.

 

Mari kita alihkan perhatian sejenak ke refill Multiliner SP. di gambar sebelah kiri, begini wujud multiliner SP tanpa body pen-nya. Buka pangkal kontainer tinta Multiliner SP yang berwarna hitam, lalu lepas tutup plastik beningnya kemudian dorong busanya kebawah, kalau susah bisa dibantu pakai tusuk gigi. Kita hanya akan pakai busa tintanya untuk refill fountain pen. Kontainernya jangan dibuang karena bisa kita pakai untuk menyimpan busa tinta bawaan dari fountain pennya.

 

Setelah itu, masukkan busa tinta Multiliner sp hingga keujung. untuk pertama kali mungkin kalian berasa busanya terlalu penuh dan tidak bisa ditutup. Well, kalau dilihat dari anatomi penanya, leher penanya cukup sempit. Tapi jangan didorong dengan benda lain, tinggal dorong kembali dengan tutup ujungnya saat kita menutup fountain pennya (lihat gambar diatas). Kalau berasa terlalu keras dan tidak mau menutup, bisa kita dorong ke permukaan meja.

Setelah itu, simpan dengan posisi ujung pena dibawah dan tunggu beberapa saat agar tintanya mengalir. Coba beberapa guratan, kalau sudah lancar berarti pena tersebut selesai diisi ulang!

Kesan pertama saat gw mencoba pena yang diisi ulang dengan Multiliner SP, karena gw menggunakan refill tipe B (untuk pena ukuran 0.3 – brush pen multiliner) tinta yang keluar terlalu berlebihan dan kadang jadi agak lama keringnya dibanding menggunakan tinta bawaan. Nanti akan gw coba dengan isi Multiliner SP yang tipe A setelah tinta ini habis. Oh ya, sejauh ini belum ada tanda – tanda ujung penanya mampet. kalau tinta yang keluar berlebihan, masih bisa diseka dengan tisu. Untung tisunya tidak nyelip karena ujung penanya yang tumpul sedikit.

Tinta multiliner yang waterproof dan resistant terhadap air, no smudge.

Kesimpulan

Pena ini cukup mahal (IDR 60,000) untuk pena yang disposable. Sangat disayangkan dengan kualitas ujung pena yang bagus penanya cuma bisa sekali pakai. Tutup penanya kencang sekali dan menjaga tintanya agar tidak mampet. Untuk kalian yang mau berhemat, bisa dicoba trik isi ulang yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya. Dimana tempat belinya? gw membeli pena ini lewat toko Enportu untuk toko lokal ataupun di jasa proxy online lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *