Tinta Waterproof Alternatif? Daiso Tsumi Ink Review

Hi gais~ sudah siap menyambut inktober? sudah berapa halaman yang kalian gambar? kali ini selama bulan oktober gw akan mereview berbagai macam tinta & drawing pen! semoga kalian tetap bersemangat dalam berkarya ya!!

Pengalaman pertama gw menggunakan tinta sebagai media gambar kurang menyenangkan. Saat itu gw mencoba tinta India karena penasaran dengan pena celup untuk menggambar komik. warnanya memang bagus & berkilauan, tapi prosesnya sangat berantakan. Tinta belepotan dimana mana karena lama keringnya, kertas yang bolong ditembus tinta hingga baunya yang seperti kotoran kambing. hasilnya sebagai pemula gw tobat menggunakan tinta untuk waktu yang cukup lama. Namun saat kuliah akhirnya gw dipertemukan kembali di mata pelajaran comic making & disaat yang sama berkenalan dengan kaligrafi. Seorang teman sesama penggiat kaligrafi merekomendasikan tinta merk Daiso ini, hingga pada akhirnya tinta ini menjadi salah satu tinta favorit. Mengapa? berikut alasannya.

 

Kepekatan warna yang pas

 

Tinta ini ditujukan untuk kaligrafi & chinese painting. Pada umumnya tinta jenis ini cenderung kental dibanding tinta lain. Tinta merk daiso ini bisa dibilang lebih encer namun warnanya pekat. Tinta ini memiliki flow yang pas untuk pena celup, kuas & refill brush pen. oleh karena itu komunitas kaligrafi merekomendasikannya sebagai refill brush pen karena flow-nya cukup nyaman untuk pemula dan hampir mirip dengan tinta bawaan brushpen.

Cepat kering & water resistant

 

Dibanding dengan tinta cina, tinta daiso jarang menghasilkan patch basah saat disapukan ke kertas. kalaupun ada bagian yang menggenang, akan kering dalam waktu singkat & tidak smudge. selain itu tinta ini mudah diserap ke kertas. namun tetap disarankan untuk menggunakan kertas dengan ketebalan minimum 100 gram karena masih suka bleeding di kertas yang lebih tipis.

Tinta ini juga cocok sebagai pasangan watercolor karena cepat kering, dengan syarat menunggu minimal 8 jam ketika tinta diserap sempurna. kalau buat sketsa cepat masih bisa namun tinta akan smudge sedikit kalau kena air karena tintanya baru masuk tahap kering disentuh, bukan kering sepenuhnya.

Praktis & mudah dibersihkan

Poin ini merupakan alasan terbesar mengapa gw suka sama tinta ini. Menggambar dengan tinta itu lebih banyak ribetnya, apalagi buat yang gak suka tangannya kotor. Makanya banyak orang yang beralih ke alat gambar disposable karena lebih praktis. Desain botol tinta cukup unik, dengan corong menghadap ke samping agar kita dapat menakar & menuangnya dengan rapi. Tutupnya kuat & aman dibawa buat traveling.

 

Tinta ini untungnya mudah dibersihkan dengan air & sabun. selain itu bersihnya juga tuntas, tidak meninggalkan residu di alat gambar yang membuatnya berisiko jadi karat. Semenjak gw menggunakan tinta ini alat gambar gw jadi lebih awet.

Budget friendly

Harganya mahal ndak? gw gak bisa bilang tinta ini harganya murah, karena masih ada tinta cap naga yang botol kecil dapat dibeli dibawah Rp 10.000. Tapi gw yakin bahwa tinta ini termasuk terjangkau & mudah didapat. Tinta ini juga serbaguna, tidak hanya untuk kaligrafi namun dapat digunakan untuk refill alat gambar lainnya. Sayangnya cuma tersedia 1 ukuran, yakni 180 ml seharga 25.000. Gw menghabiskannya dalam waktu 2 tahun. lumayan kan?

Kesimpulan

Gw gak bosen – bosennya bilang kalo gw cinta banget sama tinta Daiso. Bisa dipakai untuk banyak hal namun sayangnya tidak dapat dipakai untuk refill fountain pen karena lebih kental. Cocok buat pemula atau proyek art bersama anak – anak karena mudah dibersihkan. Sayangnya harganya lumayan mahal dibanding merk lain & hanya bisa ditemui di Daiso atau toko online.

Kira – kira apa alat gambar favoritmu pas Inktober?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *